Kantor Jasa Konsultan Hukum Darta Consulting- Banyak cara untuk berinvestasi. Salah satu investasi yang sangat diminati masyarakat adalah investasi properti. Dengan investasi properti berarti Anda membeli sebuah properti dengan harapan bahwa di masa depannya, harga properti tersebut dapat meningkat, dan selama waktu tersebut, properti Anda dapat dimanfaatkan sebagai penghasilan pasif, baik disewakan atau dijadikan tempat bisnis. Berikut adalah cara memilih investasi properti yang aman :

Memasuki tahun 2018, investasi properti tetap menjadi pilihan utama masyarakat untuk berinvestasi. Berbagai kebijakan pemerintah pun diterapkan untuk menstimulus sektor industri properti, seperti Bank Indonesia 7-Day Repo Rate (suku bunga acuan), tax amnesty, Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), paket kebijakan ekonomi, dan pembangunan infrastruktur.

Semakin digemarinya investasi di sektor properti, kian bertambah pula para pengembang properti di Tanah Air. Nah, agar investasi properti Anda berhasil, berikut kami sajikan bagaimana cara memilih investasi properti yang aman.

Baca Juga : Lagi! Artis Terjerat Narkoba, Ini Hukumannya

Cara Memilih Investasi Properti yang Aman

1. Cari pengembang yang baik
Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah mencari pengembang atau developer yang baik. Untuk mengetahuinya, Anda bisa melihat dari track-record yang mereka miliki. Beberapa poin yang harus Anda perhitungkan ketika memilih pengembang adalah developer harus memiliki sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas tinggi, berpengalaman dengan proyek-proyek besar, dan harus memiliki margin error yang sangat rendah.

2. Pilih lokasi yang tepat
Ketika Anda ingin berinvestasi properti, lokasi merupakan salah satu hal yang sangat penting dan harus diperhatikan dengan bijak. Misalnya saja, saat Anda memilih properti hunian, sebaiknya Anda lebih memilih hunian rumah yang dihuni oleh para end user. Hal tersebut karena kebanyakan pembeli yang merupakan end user, mereka biasanya akan tinggal lama, dan bahkan akan mengajak yang lainnya (teman atau keluarga) untuk sama-sama membeli rumah di lokasi yang sama.

Lokasi terbaik untuk membuat perumahan adalah tempat-tempat strategis yang sangat dekat dengan pusat kota, yang memiliki akses transportasi yang memadai, baik itu angkutan umum atau fasilitas jalan yang baik, dekat dengan pusat pendidikan, seperti sekolah dan lainnya, dekat dengan kantor pemerintahan, dan usahakan harus dekat dengan pusat bisnis seperti mall dan pasar.

3. Fasilitas memadai
Selain lokasi, beberapa fasilitas dalam perumahan juga sangat penting untuk dicermati. Karena setiap orang pasti menginginkan lokasi properti yang sudah ditunjang oleh fasilitas yang memadai, dari mulai fasilitas pendidikan, pusat perbelanjaan, pusat olahraga, akses transportasi yang memadai, dan fasilitas lainnya. Kemudian, dengan fasilitas yang lengkap, Anda juga berpeluang untuk membuka lahan bisnis lainnya.

4. Memperhatikan harga
Cara memilih investasi properti lainnya adalah harga. Harga yang Anda tawarkan harus sesuai dengan bentuk dan kualitas bangunan yang didukung dengan fasilitas yang lengkap. Anda juga harus memperhatikan perkembangan harga pasaran properti di kawasan tersebut.

Baca Juga : Konsultan Hukum dan Jasa Pengacara Kasus Pidana

Tahapan Membeli Properti

Mengikuti alur yang tepat dalam membeli properti sangat penting dilakukan. Karena kepemilikan properti dan kelengkapan dokumennya mudah disalahgunakan pihak lain. Berikut penjelasan proses pembelian rumah di developer dengan KPR:

Tahap#1. Memilih rumah dari developer melalui brosur, gambar maket, atau contoh unit.

Tahap#2. Membayar booking fee untuk memesan rumah.

Tahap#3. Mengajukan KPR dan mendapatkan persetujuan kredit dari bank. Jika membayar dengan tunai, proses ini bisa dilewati.

Tahap#4. Menandatangani Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) dengan developer. PPJB adalah yaitu pengikatan sementara yang dilakukan antara penjual dan pembeli sebelum dilakukan perjanjian jual beli (AJB). Poin penting yang perlu dibaca dengan teliti tentang PPJB adalah klausul janji developer tentang kapan rumah jadi dan proses balik nama sertifikat.

Tahap#5. Rumah selesai. Pada umumnya, setelah 6 bulan hingga1 tahun, proses pembangunan rampung dan rumah siap ditempati.

Tahap#6. Proses pemecahan sertifikat HGB developer yang dilakukan setelah rumah jadi. Pemecahan harus dilakukan terlebih dahulu supaya sertifikat bisa dibalik nama ke pembeli.

Tahap#7. Pembuatan Akta Jual Beli (AJB) melalui notaris.

Tahap#8. Balik nama sertifikat HGB developer ke pembeli.

Tahap#9. Meningkatkan status menjadi Sertfikat Hak Milik (SHM).

Baca Juga : Pemilu 2019, KPU Larang Parpol Kampanye di Media Massa

Kelebihan Investasi Properti

1. Nilai tambah (Added value)
Nilai tambah investasi properti diperoleh akibat pengembangan bangunan di atas sebidang tanah kosong. Nilai tambah akan semakin  tinggi, jika bangunan berada di lokasi strategis dengan akses dan fasilitas yang baik, serta dibuat dengan arsitektur yang indah.

2. Peningkatan pendapatan tahunan (Income appreciation)
Investor dapat menyewakan bangunan yang telah dibangun berupa rumah atau ruko. Keuntungan lain adalah kenaikan harga sewa, karena sifat kelangkaan tanah dan properti akan terus terjadi sepanjang perekonomian terus tumbuh.

3. Peningkatan nilai tanah (Capital appreciation)
Apresiasi nilai tanah merupakan keuntungan lain dari investasi properti. Jumlah manusia setiap saat terus bertambah, sementara jumlah tanah tidak dapat bertambah. Ini merupakan teori klasik yang secara sederhana menjelaskan mengapa harga tanah terus merangkak naik dari waktu ke waktu.

4. Investasi jangka panjang (Long term investment)
Dibandingkan dengan deposito, emas, atau investasi lain, properti mempunyai karakter yang tahan lama. Bisnis properti memiliki jangka waktu investasi rata-rata 3 hingga 5 tahun. Artinya, setelah jangka waktu tersebut perkembangan nilainya sudah cukup berarti untuk menghasilkan capital gain (selisih harga beli dan harga jual).

5. Daya pengungkit investasi yang tinggi (High leverage investment)
Misalnya Anda berinvestasi properti dengan uang Rp 100 juta sebagai uang muka (DP), maka Anda bisa memiliki investasi properti sebesar Rp 500 juta atau lima kali lipat, karena sisanya sebesar Rp 400 juta dibayar dengan menggunakan pembiayaan bank.

Jika nilai investasi naik 10 persen menjadi Rp 550 juta, maka keuntungan Anda Rp 50 juta (Rp 550 juta-Rp 500 juta) atau 50 persen dari investasi awal yang “cuma” Rp 100 juta. Inilah yang disebut daya pengungkit investasi yang tinggi.

6. Proteksi terhadap inflasi (Hedge of inflation)
Secara tradisional, orang membeli tanah dan bangunan untuk menjaga investasi tersebut agar tidak tergerus inflasi. Artinya, pemilik yakin membeli properti, nilai investasi tidak akan turun seperti nilai mata uang yang tergerus inflasi. Bahkan, karena sifat kelangkaannya, nilai investasi itu terus meningkat seiring waktu.

7. Agunan yang baik (Good collateral)
Tidak seperti investasi keuangan, properti merupakan agunan atau jaminan yang paling solid. Bahkan di beberapa negara, pihak perbankan tidak segan meminjamkan dana hingga 80 persen dari nilai agunan.

8. Kebanggaan kepemilikan (Pride of ownership)
Dibandingkan dengan investasi jenis lain, rasa bangga terhadap kepemilikan properti pada umumnya lebih tinggi. Maka zaman dahulu, tuan tanah diasosiasikan sebagai orang kaya. Hal ini disebabkan karena properti juga dapat menghasilkan income dari sewa.

Itulah lima cara memilih investasi properti yang aman dan berbagai keuntungan yang bisa diperoleh. Setelah Anda berinvestasi properti dengan aman, Anda agar investasi Anda bisa membuahkan hasil yang berlipat. Investasi properti dapat Anda gunakan sebagai tempat tinggal dan menjadi aset di masa mendatang. Anda siap berinvestasi properti?