Kantor Jasa Konsultan Pajak Darta Consulting – Pada umumnya masyarakat di Indonesia sebagian besar sudah memiliki kendaraan bermotor. Pasalnya, alat transportasi ini sangat dibutuhkan untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Tapi jangan lupa untuk membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang Anda miliki. Berikut ini cara membayar dan menghitung pajak motor.

Kendaraan bermotor adalah kendaraan bermotor beroda beserta gandengannya, yang dioperasikan di semua jenis jalan darat, dan kendaraan bermotor yang dioperasikan di air dengan ukuran isi kotor GT 5 (lima Gross Tonnage) hingga GT 7 (tujuh Gross Tonnage).

Setiap pemilik kendaraan bermotor, wajib membayar PKB setiap tahunnya kepada negara. Cara membayarnya Anda bisa melakukannya secara konvensional yaitu dengan mendatangi kantor atau gerai Samsat terdekat, atau Anda juga bisa membayarnya secara online. Untuk itulah penting bagi Anda mengetahui cara membayar dan menghitung pajak motor.

Baca juga: Jenis dan Cara Menghitung Pajak PPh Pasal 21

Obyek Pajak Kendaraan Bermotor

 

Berdasarkan Pasal 3 UU No 28 Tahun 2009, Obyek Pajak Kendaraan Bermotor adalah kepemilikan atau penguasaan kendaraan bermotor, seperti pada kawasan:

  • Pelabuhan
  • Bandar Udara (bandara)
  • Perkebunan
  • Kehutanan
  • Pertambangan
  • Pertanian
  • Perdagangan
  • Industri
  • Sarana olah raga dan rekreasi

Baca juga: Jasa Konsultan Pajak – PPN & PPnBM

Perhitungan Pajak Kendaraan Bermotor

 

Cara menghitung besarnya pokok PKB yang terhutang dilakukan dengan mengalikan tarif pajak dengan dasar pengenaan pajak.

Rumus penghitungan Pajak Kendaraan Bermotor umumya:

Pajak Terutang = Tarif Pajak x Dasar Pengenaan Pajak
= Tarif Pajak x (Nilai Jual Kendaraan Bermotor x Bobot)

Baca juga: Jasa Konsultan Pajak – PPh Orang Pribadi Tahunan

Tarif Pajak Kendaraan Bermotor

 

Tarif PKB berlaku sama di tiap provinsi yang memungut pajak kendaraan bermotor.

Tarif PKB ditetapkan oleh Perda Provinsi. Menurut PP No 65 Tahun 2001 Pasal 5 menyebutkan, tarif Pajak Kendaraan Bermotor dibagi ke dalam 3 kelompok yang sesuai degan jenis kepemilikan kendaraan bermotor:

  • 1,5 persen untuk kendaraa bermotor yang bukan untuk umum
  • 1 persen untuk kendaraan bemotor untuk umum, yaitu kendaraan bermotor yang digunakan oleh umum yang dipungut bayaran
  • 0,5 persen untuk kendaraan bermotor alat alat besar dan alat berat

Wajib Pajak yang telah membayar pajak kendaraan bermotor akan diberikan tanda bukti pembayaran atau pelunasan pajak.

Namun, bagi Wajib Pajak yang telat membayar pajak kendaraan bermotor akan dikenakan sanksi, yaitu:

1. Keterlambatan pembayaran yang melebihi jatuh tempo dikenakan sanksi administrasi berupa denda yang besarnya 25 persen dari pokok pajaknya.

2. Keterlambatan pembayaran yang melebihi 15 hari dikenakan sanksi administrasi yang besarnya 2 persen sebulan yang dihitung dari pajak yang terlambat dibayar atau kurang bayar untuk jangka waktu paling lama 2 tahun atau 24 bulan, terhitung sejak ketika terhutangnya pajak.

Setalah Anda mengetahui mengenai cara membayar dan menghitung pajak motor, maka bagi Anda pemilik kendaraan bermotor baik itu roda dua atau lebih, wajib untuk membayar pajak kendaraan sesuai ketentuan yang berlaku.