Kantor Jasa Konsultan Pajak Darta Consulting – Bagi Anda yang sudah memiliki mobil lebih dari satu kendaraan dengan nama dan alamat yang sama, maka Anda wajib untuk membayar pajak progresif mobil. Bagaimana cara menghitungnya? Berikut ini cara menghitung pajak progresif mobil.

Pajak progresif adalah tarif pemungutan pajak dengan persentase yang didasarkan pada jumlah atau kuantitas obyek pajak dan berdasarkan pula harga atau nilai obyek pajak. Hal tersebut menyebabkan tarif pemungutan pajak akan semakin meningkat apabila jumlah atau kuantitas obyek pajak semakin banyak dan jika nilai obyek pajak mengalami kenaikan.

Pajak progresif mobil adalah pajak yang dikenakan bagi pemilik mobil dengan perhitungan ketentuan tarif pajak sesuai dengan yang telah disebutkan di atas. Pajak progresif mobil yaitu termasuk dalam Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).

Syarat dikenakan pajak progresif adalah jika seseorang memiliki lebih dari satu kendaraan bermotor dengan nama dan alamat yang sama.

Misalnya:

Bapak Tri memiliki 4 mobil dengan merek dan tipe yang sama. Pada STNK keempat mobil tersebut terdaftar nama dan alamat Pak Tri. Karena itu Pak Tri wajib membayar pajak kendaraan bermotor progresif untuk keempat mobil tersebut. Walaupun merek, tipe dan harga keempat mobil tersebut sama, besaran pajak yang dibayarkan untuk setiap mobil tidak sama.

Baca juga: Jasa Konsultan Pajak – PPN & PPnBM

Cara Menghitung Pajak Progresif Mobil

 

Berdasarkan UU No 28 Tahun 2009 mengenai Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, penilaian Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) didasarkan atas pengalian dua faktor, yaitu Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) dan bobot yang mencerminkan secara relatif tingkat kerusakan jalan atau pencemaran lingkungan akibat penggunaan kendaraan bermotor.

Besaran nilai PKB ini sudah tertulis pada STNK setiap kendaraan bermotor yang Anda miliki. Hanya saja 2 kendaraan pribadi dengan tipe dan harga yang sama bisa memiliki PKB yang berbeda jika dimiliki oleh 1 orang yang sama karena terkena pajak progresif.

Berikut ini dijelaskan persentase tarif pajak progresif mobil:

No Urutan Kepemilikan Kendaraan

Presentase Tarif Pajak

1

Mobil Pertama

1,5%

2

Mobil Kedua

2%

3

Mobil Ketiga

2,5%

4

Mobil Keempat dan seterusnya

4%

 

Setelah mengetahui persentase tarif pajak progresif mobil, kita dapat menghitung pajak progresif mobil.

Seperti yang telah dijelaskan di atas, pengenaan pajak didasarkan pada hal-hal tertentu berkaitan dengan obyek pajak, dalam hal ini obyek pajaknya adalah mobil.

Baca juga: Cara Membayar dan Menghitung Pajak Motor

Sebelum melakukan perhitungan pajak progresif mobil, ada baiknya kita tahu dua unsur yang menjadi dasar pengenaan pajak, karena nantinya juga berpengaruh pada perhitungan pajak. Adapun dua hal mendasar yang menjadi dasar pengenaan pajak progresif mobil, antara lain:

1. Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB). NJKB ini bukanlah harga pasaran umum, melainkan harga atau nilai yang sudah ditetapkan oleh Dispenda yang sebelumnya sudah mendapatkan data dari Agen Pemegang Merek (APM).

2. Bobot ataupun efek negatif atas penggunaan kendaraan dan bisa merefleksikan tingkat kerusakan jalan yang dinyatakan di dalam koefisien yang nilainya satu atau lebih.

Secara garis besar perhitungan pajak progresif mobil dimulai dari menghitung NKJB. Cara menghitung NKJB yaitu dengan rumus perhitungannya adalah (PKB/2) x 100.

Untuk melihat nilai PKB mobil, Anda cukup melihatnya di balik STNK. Di sana tertera nilai PKB kendaraan Anda. Kemudian setelah diketahui hasil NKJB mobil Anda, kalikanlah dengan persentase tarif pajak progresif mobil, sesuai dengan urutan kepemilikan kendaraan Anda.

Setelah mendapatkan hasil pajak progresif mobil Anda, lanjut dengan menambahkan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ). Untuk kendaraan kedua, ketiga, dan seterusnya, Anda tinggal mengalikan sesuai persentase urutan kepemilikan kendaraan Anda.

Contoh menghitung pajak progresif mobil Pak Agus:

Pak Agus memiliki 4 mobil. Pada 4 mobil tersebut memiliki tipe dan tahun yang sama (di sini memang sengaja disamakan, agar lebih mudah melihat kenaikan pajaknya).

Diketahui bahwa:

PKB: 1.500.000
SWDKLLJ: 150.000

Kemudian berapakah pajak progresif mobil tiap mobilnya? Seperti yang telah diterangkan di atas, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menghitung NJKB, caranya sebagai berikut:

NJKB: (PKB/2) x 100
(1.500.000/2) x 100
75.000.000

Setelah mengetahui NJKB nya, mari kita hitung pajak progresif tiap mobilnya, dimulai dari mobil pertama:

Mobil Pertama:

PKB: 75.000.000 x 1,5% = 1.125.000
SWDKLLJ: 150.000
Total: Rp 1.275.000

Mobil Kedua:

PKB: 75.000.000 x 2% = 1.500.000 (Terjadi Kenaikan)
SWDKLLJ: 150.000
Total: Rp 1.650.000

Mobil Ketiga:

PKB: 75.000.000 x 2,5% = 1.875.000 (Terjadi Kenaikan)
SWDKLLJ: 150.000
Total: Rp 2.025.000

Mobil Keempat:

PKB: 75.000.000 x 4% = 3.000.000 (Terjadi Kenaikan)
SWDKLLJ: 150.000
Total: Rp 3.150.000

Baca juga: Jasa Konsultan Pajak – Penyelesaian Sengketa Pajak

Pajak Progresif Mobil di Jakarta

 

Setiap daerah bisa memiliki aturan pajak progresif yang berbeda-beda, namun dalam Undang Undang No 28 Tahun 2009 Pasal 6 butir (1) diatur bahwa, besaran pajak kendaraan pertama untuk setiap daerah adalah minimal sebesar 1 persen dan maksimal 2 persen. Sementara pajak kendaraan bermotor progresif (untuk kendaraan kedua dan seterusnya) paling rendah sebesar 2 persen dan maksimal 10 persen.

Contoh tarif pajak kendaraan bermotor progresif di Jakarta berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 2 Tahun 2015:

 

No Urutan Kepemilikan Kendaraan

Presentase Tarif Pajak

1

Kendaraan Pertama

2%

2

Kendaraan Kedua

2,5%

3

Kendaraan Ketiga

3%

4

Kendaraan Keempat

3,5%

5

Kendaraan Kelima

4%

6

Kendaraan Keenam

4,5%

7

Kendaraan Ketujuh

5%

8

Kendaraan Kedelapan

5,5%

9

Kendaraan Kesembilan

6%

10

Kendaraan Kesepuluh

6,5%

11

Kendaraan Kesebelas

7%

12

Kendaraan Keduabelas

7,5%

13

Kendaraan Ketigabelas

8%

14

Kendaraan Keempatbelas

8,5%

15

Kendaraan Kelimabelas

9%

16

Kendaraan Keenambelas

9,5%

17

Kendaraan Ketujuhbelas

10%

 

Jadi, bagi Anda yang memiliki mobil, jangan lupa untuk membayar pajak kendaraan. Dan tentunya, setalah penjabaran di atas, Anda sudah mengetahui cara menghitung pajak progresif mobil. Bagi Anda yang belum membayar pajak mobil, sejak kini sudah bisa menghitung berapa pajak progresif mobil yang harus Anda bayarkan.