Kantor Jasa Konsultan Pajak Darta Consulting – Seluruh badan usaha di Indonesia, seperti Perusahaan Terbatas (PT), Perusahaan Firma (Fa), dan Perseroan Komanditer (CV) yang memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) berkewajiban membayar pajak. Namun, masih banyak Wajib Pajak Badan yang belum mengerti cara mengisi SPT Tahunan Badan. Berikut penjelasannya.

Pengertian SPT Tahunan Badan

Menurut Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009 tentang Perubahan keempat atas Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan, SPT Tahunan adalah Surat Pemberitahuan untuk suatu Tahun Pajak atau Bagian Tahun Pajak (Pasal 1 ayat 11).

Bagi wajib pajak, SPT berfungsi sebagai sarana untuk melaporkan dan mempertanggungjawabkan penghitungan jumlah pajak terutang untuk melaporkan hal-hal berikut ini:

  1. Pembayaran atau pelunasan pajak yang telah dilaksanakan sendiri dan/atau melalui pemotongan atau pemungutan pihak lain dalam 1 (satu) Tahun Pajak atau Bagian Tahun Pajak.
  2. Penghasilan yang merupakan obyek pajak dan/atau bukan obyek pajak.
  3. Harta dan kewajiban.
  4. Pembayaran dari pemotong/pemungut tentang pemotongan dan pemungutan pajak orang pribadi atau badan lain dalam satu masa pajak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.

 

Baca juga: Perhitungan SPT Pajak Tahunan Kurang Bayar

Cara Mengisi SPT Tahunan Badan

Cara mengisi SPT Tahunan Badan 1771 dapat melalui software e-SPT yang harus Anda unduh dahulu atau melalui menu e-Form pada DJP Online.

A. Akses Formulir SPT Tahunan Badan 1771 pada Software e-SPT

SPT Tahunan Badan

Cara mengisi SPT Tahunan Badan 1771 pada software e-SPT dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) adalah dimulai dari dengan menginstalasinya, seperti pada langkah-langkah berikut ini:

  1. Langkah Instalasi e-SPT Tahunan PPh Badan

Periksa hasil ekstrak dan cari file “Cara Instalasi.txt”, didalamnya dijelaskan urutan pemasangan file. Instalasi tiap file sesuai urutan dibawah ini:

  • Instalasi terlebih dahulu file “1.exe” (Installer e-SPT PPh Badan Tahun 2009)
  • Lalu instalasi file “2.msi” (File ini berisi update ke e-SPT PPh Badan Tahun 2010)
  • Terakhir instalasi file “3.exe” (File ini berisi patch e-SPT PPh Badan Tahun 2010)
  1. Menggandakan Database

Setelah aplikasi e-SPT PPh Badan sudah berhasil diinstalasi, Anda bisa menemukan jalan pintasnya pada menu “Start” dengan nama e-SPT PPh Tahunan Badan Rupiah.

Setelah dijalankan maka Anda akan menemukan enam jenis isian DB, tapi hanya nomor enam yang bisa digunakan (db1771_2010).

Jika Anda ingin membuat database untuk beberapa perusahaan sekaligus, maka Anda perlu menduplikat database (DB) kosong tersebut.

Template database kosong sudah disediakan pada folder hasil unduhan SPT Badan\Database Kosong atau Anda bisa duplikat di C:\Program Files (x86)\DJP\eSPT 1771 2010\Database.

  1. Mengasosiasikan DB Baru ke e-SPT PPh Badan

Meskipun DB sudah Anda gandakan dan diganti namanya tapi aplikasi belum mengenalinya sebagai DB yang baru, untuk menampilkan DB ini di e-SPT Anda perlu menambahkannya di data source Windows, berikut langkahnya:

  • Akses Control Panel\All Control Panel Items\Administrative Tools
  • Klik pada “ODBC Data Sources (32 Bit)” jika Anda belum punya programnya bisa dicari di C:\Windows\SysWOW64 nanti cari/search odbcad32.exe
  • Lalu klik tab “System DSN”
  • Klik “Add”
  • Pilih jenis “Microsoft Access Driver (*.mdb)” dan klik “Finish”
  • Isikan nama database yang baru
  • Masukkan deskripsi (pilihan)
  • Pilih direktori tempat database yang baru disimpan atau di C:\Program Files (x86)\DJP\eSPT 1771 2010\Database
  • Kemudian pada panel bagian kiri pilih DB yang dibuat
  • Klik “OK” untuk menutup window, lalu klik “OK” lagi

Jika langkah-langkah di atas sudah dilakukan dengan benar, maka pada daftar System Data Sources akan muncul nama DB yang baru.

  1. Jalankan e-SPT PPh Badan

Terakhir Anda bisa mulai menjalankan e-SPT PPh Badan dan akan bertambah DB baru yang sebelumnya Anda tambahkan.

Baca juga: 6 Cara Tepat Memilih Konsultan Pajak SPT Tahunan

B. Akses Formulir SPT Tahunan Badan 1771 pada e-Form DJP Online

SPT Tahunan Badan

Kini formulir SPT Tahunan Badan 1771 juga bisa diakses dan diisi secara online melalui menu “e-Form” pada situs DJP Online. Cukup akses situs DJP Online dan klik menu “e-Form” untuk menemukan SPT 1771.

Berhubung e-Form tidak memiliki fitur impor data dan harus memasukkan data secara manual, maka disarankan perusahaan rintisan atau pemula yang menggunakan fitur ini, karena datanya masih belum banyak.

Bagi perusahaan dengan skala besar dan memiliki banyak transaksi disarankan tetap menggunakan e-SPT.

Dokumen yang Harus Dipersiapkan sebelum Mengisi SPT Tahunan Badan

Untuk mempermudah pengisian data SPT PPh Badan 1771, sebaiknya Anda mempersiapkan dokumen-dokumen berikut ini.

  1. SPT Tahunan PPh Badan 1771.
  2. SPT Masa PPN, termasuk semua faktur pajak masukan dan faktur pajak keluaran pada masa Januari sampai dengan Desember.
  3. SPT Masa PPh Pasal 21 mulai dari masa pajak Januari sampai dengan Desember.
  4. Bukti pemotongan PPh Pasal 23 mulai dari masa pajak Januari sampai dengan Desember.
  5. Bukti pemungutan PPh Pasal 22 dan SSP Pasal 22 impor masa pajak Januari sampai dengan Desember.
  6. Bukti pemotongan PPh Pasal 4 Ayat 2 masa pajak Januari sampai dengan Desember. Apabila termasuk wajib pajak dengan kewajiban berdasarkan PP nomor 46 Tahun 2013 (PPh Final 1%), maka siapkan Bukti Pembayaran PPh Pasal 4 Ayat 2 masa Januari sampai dengan Desember.
  7. Bukti pembayaran PPh Pasal 25 masa pajak Januari sampai dengan Desember.
  8. Bukti Pembayaran atas STP (Surat Tagihan Pajak) PPh Pasal 25 masa pajak Januari sampai dengan Desember.
  9. Laporan Keuangan (rugi laba dan neraca), termasuk laporan keuangan hasil audit akuntan publik, serta data pendukungnya, seperti:
  • Buku besar pendukung Laporan Keuangan.
  • Buku besar pembantu pendukung laporan keuangan.
  • Rekening koran/tabungan perusahaan.
  • Bukti penerimaan dan pengeluaran (kwitansi, bon, nota, dan lain-lain).
  • Arsip akte pendirian dan/atau akte perubahannya.
  • Lampiran SPT Tahunan PPh Badan, seperti Daftar Penyusutan, Perhitungan Kompensasi Kerugian, daftar nominatif biaya entertainment, biaya promosi, dan lain-lain.

 

Baca juga: Peran dan Manfaat Menggunakan Layanan Jasa Konsultan Pajak

Cara mengisi SPT Tahunan Badan: Formulir SPT 1771

Selanjutnya, ikuti petunjuk pengisian formulir SPT 1771 berikut ini:

  1. Isi Profil Wajib Pajak:
  • Buka aplikasi eSPT Tahunan PPh Badan, lalu buka database WP.
  • Jika database masih baru maka Anda akan diminta untuk mengisikan nomor NPWP.
  • Kemudian akan muncul isian menu “Profil Wajib Pajak”, lengkapi sampai halaman ke-2.
  • Setelah selesai klik “Simpan”
  1. Buat SPT:

Setelah profil WP Anda tersimpan, maka akan tampil dialog box untuk login e-SPT, masukkan:

  • username : administrator
  • password : 123

Lalu buat SPT dengan cara:

  • Klik “Program”
  • Buat “SPT Baru”
  • Pilih “Tahun Pajak” dan “Status”, pilih status normal atau pembetulan ke-0
  • Klik “Buat”

Buka SPT:

  • Klik “Program”, lalu pilih “Buka SPT yang Ada”
  • Pilih tahun pajak
  • Pilih “Buka SPT Untuk Diedit Kembali/Revisi”
  • OK
  1. Isikan Laporan Keuangan

Langkah selanjutnya, yaitu mengisi berkas SPT fisik pada umumnya, pengisian SPT dimulai dari bagian lampiran-lampiran, lalu dilanjutkan pada bagian induk SPT.

Lampiran pertama yang harus diisi adalah Transkrip Kutipan Elemen Laporan Keuangan. Transkrip ini berisi ringkasan dari akun-akun laporan neraca dan laporan laba rugi.

Nama-nama akun telah ditentukan, bila terdapat nama akun berbeda dengan yang ada di laporan keuangan, maka akan disesuaikan berdasarkan kategorinya, agar hasil akhirnya balance.

  1. Contoh Pengisian Neraca
  • Klik “SPT PPh”
  • Pilih “Transkrip Kutipan Elemen Laporan Keuangan”
  • Klik tab “Neraca-Aktiva” dan “Neraca-Kewajiban”
  • Isilah akun-akun yang sesuai
  • Jika sudah terisi semua dan balance, klik “Simpan”
  1. Isikan Lampiran V dan VI
  • Klik “Baru”
  • Isikan data pemegang saham
  • Klik “Simpan”, begitu seterusnya
  • Untuk menambah daftar pengurus, klik “Baru”
  • Lalu isikan data pengurus sesuai dengan akte perusahaan yang terbaru, setelah klik “Simpan”, maka data isian akan muncul pada daftar
  • Jika semua sudah diisi klik “Tutup”
  1. Lampiran Khusus dan SSP

Pada menu SPT PPh dapat ditemukan menu lampiran khusus dan SSP, lampiran dapat diisi ataupun tidak. Jika memang ada data yang terkait lampiran ini perlu diisi.

  • Isian Induk SPT
  • SPT PPh
  • SPT PPh Wajib Pajak Badan
  • Pada tab “Pembukuan”, isi status diaudit, nama auditor (jika ada) dan nama konsultan pajak (jika ada), saya pilih tidak diaudit dan lainnya kosongkan saja
  • Pada tab A-C, C-D, E-G saya lewati karena nihil, langsung ke tab Bag. H
  • Pada bagian dengan checklist pilih yang perlu saja
  • Pilih tanggal laporan
  • Klik “Simpan” terlebih dulu
  • Klik “Cetak”, untuk lapor SPT Badan ke KPP maka wajib cetak induk SPT dan membawa CSV

Buat File CSV

  • Klik “SPT Tools”
  • Lapor Data SPT ke KPP
  • Akses direktori penyimpanan databases yang terdapat di C:\Program Files (x86)\DJP\eSPT 1771 2010\Database untuk windows 64 bit
  • Klik “Tampilkan Data”
  • Setelah data ditampilkan, pilih tahun pajak dan akan tampil ringkasan PPh kurang/lebih bayar
  • Pilih “Create File” dan simpan file CSV di folder yang diinginkan

Lampiran dan Dokumen yang Wajib Disampaikan dalam Pelaporan SPT Tahunan Badan

Di bawah ini adalah jenis-jenis lampiran dan dokumen yang wajib disampaikan dalam pelaporan SPT Tahunan Badan dalam satu file PDF. Pastikan menamakan file PDF tersebut dengan nama yang sama dengan file CSV formulir SPT Anda.

Misalnya, bila nama file CSV Anda adalah 2735762724290000112201701F1132180115.csv maka file PDF Anda harus diganti namanya menjadi 2735762724290000112201701F1132180115.pdf.

SPT Tahunan Badan

 

Kesimpulan

  • Cara mengisi SPT Tahunan Badan dapat dimulai dengan mengunduh formulir SPT 1771 pada software e-SPT atau pada fitur e-Form DJP Online.
  • Pastikan Anda menyampaikan formulir SPT 1771, berikut lampiran dan dokumen-dokumen tambahannya jika ada dengan nama file yang sama.
  • Laporkan SPT Tahunan PPh Badan Anda pada saluran e-filing terpercaya. Harap hindari melaporkan pada tanggal-tanggal mendekati tenggat pelaporan yaitu tanggal 30 April untuk menghindari kendala teknis.
  • OnlinePajak memberikan tanggal kepastian pelaporan. Di OnlinePajak, tanggal bukti pelaporan pajak online Anda adalah tanggal saat Anda klik “Lapor”. Jadi pastikan Anda melaporkannya sebelum tanggal 30 April.
  • Selain itu, cara lapor pajak online di OnlinePajak juga mudah. Anda dapat mengunggah file PDF yang berisi lampiran dan dokumen tambahan tanpa ada batasan maksimal ukuran file.