Kantor Jasa Konsultan Pajak Darta Consulting – Apakah Anda sudah tahu aset apa saja yang harus dilaporkan dalam SPT Tahunan? Hal ini penting untuk diketahui bagi Anda yang akan menyambut datangnya bulan pelaporan SPT Tahunan. Berikut ini penjelasan mengenai daftar aset wajib lapor SPT Tahunan Pajak.

Aset yang Harus Dilaporkan dalam SPT Tahunan

Batas akhir bagi Wajib Pajak dalam melaporkan SPT Tahunan adalah pada akhir Maret (untuk Wajib Pajak Perorangan) dan akhir bulan April (untuk Wajib Pajak Badan).

Dalam melakukan pelaporan SPT Tahunan, Wajib Pajak dapat menggunakan azas materialitas yang artinya pelaporan harta dalam SPT Tahunan akan memperhitungkan apakah nilai harta tersebut signifikan atau tidak terhadap total harta Wajib Pajak.

Azas materialitas ini dapat menjadi bahan pertimbangan untuk menentukan apa saja yang perlu dilaporkan ke dalam SPT Tahunan dan apa yang tidak perlu dilaporkan dalam SPT Tahunan.

Sesuai Lampiran II Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-19/PJ/2014, menerangkan di dalamnya harta apa saja yang harus dilaporkan Wajib Pajak dalam SPT Tahunannya.

Bahkan aturan ini juga menyebutkan berbagai jenis harta yang harus dilaporkan ke dalam SPT pajak lengkap dengan nomor kode harta Wajib Pajak.

Baca juga: Cara Mengisi SPT Pajak Tahunan Pribadi

Daftar Aset Wajib Lapor SPT Pajak Tahunan

  1. Harta yang Sebelumnya Sudah Dilaporkan

Harta yang dimaksud adalah harta yang pada pelaporan SPT Tahunan sebelumnya telah dilaporkan oleh Wajib Pajak. Namun jika harta tersebut sudah dijual, tidaklah perlu dilaporkan kembali.

  1. Kas dan Setara Kas

Kas dan Setara Kas maksudnya adalah berupa uang tunai, tabungan (termasuk rekening koran), deposito, giro, obligasi, reksa dana, dan lainnya.

  1. Aset yang Termasuk dalam Alat Transportasi

Alat transportasi yang dimaksud adalah, seperti mobil, sepeda motor, kapal pesiar, pesawat terbang, helikopter, dan lainnya.

  1. Perhiasan

Perhiasan yang dimaksud adalah, seperti logam mulia (emas batangan, perhiasan, dan lainnya) batu mulia (intan, berlian, batu mulia lainnya).

  1. Harta Tidak Bergerak

Harta tidak bergerak yang dimaksud adalah peralatan lainnya, seperti furnitur,peralatan elektronik, dan lainnya.

  1. Tanah atau Bangunan

Tanah dan/atau Bangunan yang dimaksud adalah Tanah dan/atau Bangunan tempat tinggal atau Tanah dan/atau Bangunan tempat usaha (seperti toko, pabrik, gudang dan sejenisnya).

Untuk pakaian, tas, sepatu atau peralatan rumah tangga seperti piring, pisau seperti itu sebenarnya tidak perlu dilaporkan ke dalam SPT Tahunan, namun jika harganya sangatlah mahal diharuskan dilaporkan dalam SPT Tahunan.

Jika Anda kesulitan membuat laporan aset apa saja yang harus dilaporkan dalam SPT Tahunan, Anda tidak perlu khawatir, karena Anda bisa menggunakan jasa konsultan pajak terpercaya. Dengan ditangani konsultan pajak resmi dan berpengalaman, masalah perpajakan Anda akan teratasi dengan baik.

Baca juga: Jasa Pembuatan SPT Pajak Tahunan Jakarta

Kantor Konsultan Pajak Wilayah Indonesia

Darta Consulting menyediakan layanan jasa konsultan pajak dan jasa konsultan hukumuntuk seluruh wilayah di Indonesia seperti sebagian besar di wilayah Pulau Jawa, yaitu :

Bandung, Banjar, Batu, Bekasi, Blitar, Bogor, Cilegon, Cimahi, Cirebon, Depok, DKI Jakarta, Jakarta Utara, Jakarta Timur, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Kediri, Madiun, Magelang, Malang, Mojokerto, Pasuruan, Pekalongan, Probolinggo, Salatiga, Semarang, Serang, Sukabumi, Surabaya, Surakarta, Tasikmalaya, Tangerang, Tegal, Yogyakarta.

Selain itu, Darta Consulting juga melayani jasa konsultan pajak dan jasa konsultan hukum untuk wilayah lain di pulau Sumatera, Kalimantan, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.