Kantor Jasa Konsultan Hukum Darta Consulting- Pegawai Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menggugat Menristekdikti, Mohamad Nasir ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) karena diduga melanggar ketentuan yang berlaku atas dikeluarkannya Surat Keputusan (SK) Menristekdikti tentang pemberhentian jabatan terhadap kedua pegawai di instansi tersebut.

SK pemberhentian jabatan tertanggal 22 Mei 2017 atas nama Menristekdikti yang ditandatangai oleh Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Kemenristekdikti, Jumain Appe itu diberikan kepada Godlan Situmorang dengan Nomor Surat 010/F/Kp/V/2017 dan Hesty dengan Nomor Surat 012/F/Kp/V/2017. Godlan Situmorang adalah pegawai eselon 3 dan Hesty pegawai eselon 4 di Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi, Kemenristekdikti.

Atas dikeluarkannya SK itu keduanya berkeberatan dan menggugat Menristekdikti ke PTUN. Saat ini kasus mereka ditangani kuasa hukum dari Darta Consulting, Nikodemus Silaban dan Pardamean Octavianus Sihombing.

Baca Juga : Kapan Harus Menggunakan Jasa Konsultan Hukum

“Tidak ada teguran dan penilaian kinerja yang menyatakan klien kami itu bermasalah. Ketika mereka meminta klarifikasi kepada Sekjen dan Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti mengenai SK itu namun pihak Kemenristekdikti tidak memberikan jawaban”.

“Kami juga melakukan mediasi namun tak mendapatkan kesepakatan. Untuk itulah kami melakukan gugatan ke PTUN. Proses persidangan masih berjalan dan saat ini masih dalam tahap meminta jawaban terhadap pihak Kemenristekdikti,” tutur Nikodemus (Niko) di kantor Darta Consulting, Jalan Pejompongan Raya, Jakarta Pusat, Kamis (23/11/2017).

Niko mengatakan, pasca dikeluarkannya SK itu, pihaknya telah melayangkan surat keberatan ke pihak Kemenristekdikti pada 26 Mei 2017, namun tidak mendapat respons dari Kemenristekdikti. Dia juga menjelaskan, penerbitan SK itu tidak sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil (PNS), Pasal 64 ayat (1) dan Pasal 94 ayat (1). “Tak satu pun unsur dalam PP itu terpenuhi oleh klien kami. Apa alasan sehingga klien kami diberhentikan dari jabatannya?” imbuhnya.

Baca Juga : ‌Jasa Pengacara dan Konsultan Perceraian

Hingga kini, lanjut dia, para penggugat masih aktif dan bekerja di Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi, Kemenristekdikti. Namun menurutnya, jabatan mereka kini hanya menjadi staf. “Kami berharap di PTUN bisa memberikan putusan yang sebaik-baiknya. Harapan kami adalah agar jabatan klien kami dikembalikan seperti semula berikut hak-hak mereka. Klien kami ingin keadilan dan kebenaran ditegakkan di Kemenristekdikti,” tandasnya.

Salah satu pegawai Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi, Kemenristekdikti, yang diberhentikan dari jabatannya, Godlan Situmorang, menjelaskan bahwa dirinya tidak mengetahui mengapa dia diberhentikan dari jabatannya.

“Saya tidak tahu. Itu yang saya tanya ke direktur kami, Direktur Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT), Retno Sumekar, sebagai atasan langsung saya. Dijawab tidak tahu. Waktu saya dapat info dari teman-teman melalui WhatsApp (WA) bahwa saya diganti, saya WA direkturku.”

Baca Juga : 5 Cara Memilih Investasi Properti yang Aman

“Kami tidak pernah ada salah. Kalau ada harusnya ada surat peringatan. Saya bekerja dari pagi hingga malam untuk kerjakan pekerjaan, bahkan Sabtu, Minggu, dan Natal tidak diberi izin cuti oleh Direktur PPBT karena mengerjakan laporan akhir tahun,” terang Godlan dalam pesan WA-nya kepada Darta Consulting, Minggu (26/11/2017). Dia berharap kejadian yang menimpa dirinya dan rekan kerjanya tidak terulang lagi di Kemenristekdikti.

Berdasarkan SK pengangkatan, Godlan menjabat sebagai Kepala Sub Direktorat Bahan Baku dan Material Maju pada Direktorat Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi, Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi, Kemenristekdikti sejak 15 September 2015. Sedangkan Hesty menjabat sebagai Kepala Sub Bagian Layanan Informasi pada Bagian Hukum, Kerja Sama, dan Layanan Informasi, Sekretariat Direktorat Penguatan Inovasi, Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi, Kemenristekdikti sejak 13 Oktober 2015.