Kantor Jasa Konsultan Pajak Darta Consulting – Pemerintah memberikan kemudahan kepada Wajib Pajak dalam proses pelaporan pajak, yakni dengan menggunakan sistem electronic filing atau e-filing Pajak. Namun, sebelum Anda melaporkan SPT Tahunan Pajak, terlebih dahulu Anda harus memerlukan EFIN. Ketahui manfaat EFIN dan cara mendapatkannya.

Wajib Pajak hanya cukup sekali saja mendaftar ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) untuk mendapatkan Electronic Filing Identification Number (EFIN). Setelah itu, baru bisa melakukannya secara online. Namun yang perlu diingat juga Anda harus mengikuti ketentuan batas waktu pelaporan pajak yang telah ditentukan.

Baca juga: 6 Cara Tepat Memilih Konsultan Pajak SPT Tahunan

E-Filing dan EFIN

E-filing adalah sistem pelaporan pajak tahunan (SPT Tahunan) yang dilakukan secara online. Jika sebelumnya Wajib Pajak setiap tahun melapor ke KPP dan mengisi formulir isian SPT Tahunan, dengan sistem e-filing, Wajib Pajak bisa melakukannya melalui sistem online tanpa perlu datang ke KPP lagi. Hanya saja Wajib Pajak mesti memiliki EFIN agar bisa melakukan e-filing.

Sementara EFIN adalah, nomor identitas yang diterbitkan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) kepada Wajib Pajak untuk melakukan transaksi elektronik atau e-filing pajak. EFIN digunakan sebagai salah satu alat autentikasi agar setiap transaksi elektronik atau e-filing SPT dapat dienkripsi sehingga terjamin kerahasiaannya.

Manfaat EFIN

  • Dengan EFIN, Wajib Pajak bisa mengakses sistem pajak online dan melaporkan SPT Tahunan tanpa perlu antre di KPP.
  • EFIN menjamin kerahasiaan data yang Anda masukkan ke sistem pajak online.
  • Dengan melaporkan pajak secara online, data sudah terekam di sistem pajak. Nantinya untuk laporan pajak tahun berikutnya, tidak perlu mengulang isian dari awal lagi.

Baca juga: Jasa Konsultan Pajak – Wajib Pajak Badan / Perusahaan

Cara Mendapatkan EFIN

Cara mendapatkan EFIN Pajak sangat mudah dan bisa langsung digunakan dalam waktu tidak lebih dari sehari. EFIN bisa dimanfaatkan Wajib Pajak Orang Pribadi dan Badan. Di bawah ini adalah tahapan-tahapan dari mekanisme Wajib Pajak Badan.

1. Masuk ke online-pajak.com/efin_login dan isi formulirnya untuk mendaftarkan akun. Setelah itu, isi formulir aktivasi EFIN yang tersedia.

2. Unduh Formulir EFIN Anda. Setelah mendaftar, Anda akan diarahkan ke halaman EFIN dan dapat mengunduh formulir EFIN. Isi dan lengkapi kemudian cetak. Lalu bawa formulir EFIN tersebut beserta dokumen-dokumen yang dibutuhkan ke KPP terdekat.

3. Menunjukkan yang asli dan menyerahkan fotokopi dokumen berikut.

Wajib Pajak Badan (Kantor Pusat)

  • Kartu Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) atau Surat Keterangan Terdaftar (SKT) Wajib Pajak Badan.
  • Kartu NPWP atau SKT atas nama pengurus yang bersangkutan.
  • Kartu identitas diri pengurus (KTP bagi WNI atau KITAS/KITAP bagi WNA).
  • Surat kuasa atau penunjukan pengurus yang mewakili dari Wajib Pajak Badan.

Wajib Pajak Kantor Cabang

  • Kartu NPWP atau SKT Wajib Pajak kantor cabang.
  • Kartu NPWP atau SKT atas nama pengurus yang bersangkutan.
  • Kartu identitas diri pengurus (KTP bagi WNI atau KITAS/KITAP bagi WNA).
  • Surat pengangkatan pimpinan kantor cabang.
  • Surat kuasa atau penunjukan pengurus yang mewakili dari Wajib Pajak Badan.

Setelah mendapatkan EFIN untuk badan, harap menjaga kerahasiaannya untuk menghindari penggunaan yang tidak sah.

4. Registrasi EFIN Pajak Badan Anda di OnlinePajak dengan cara sebagai berikut.

  • Masuk ke akun OnlinePajak
  • Pilih perusahaan yang hendak Anda daftarkan EFIN-nya
  • Klik “e-Filing” di menu “Pengaturan” pada navigation bar di samping kiri dan ketikkan EFIN Anda

Dengan mendaftarkan EFIN Pajak di aplikasi OnlinePajak, perusahaan Anda secara otomatis terdaftar di sistem e-filing DJP. Anda dapat menikmati banyak kemudahan dan manfaat gratis e-filing SPT apa pun dalam jumlah tak terbatas di OnlinePajak. Selain itu, Anda juga dapat mengimpor file comma separated values (CSV) dari software e-SPT ke OnlinePajak atau membuat SPT PPN, PPh 21, dan PPh 23 secara langsung di OnlinePajak. Kemudian klik e-filing satu kali.

Baca juga: Jasa Konsultan Pajak – Pendampingan Pemeriksaan Pajak

Sebelum Melakukan e-Filing

Karena secara online, segala hal yang Anda lakukan berbasis internet, termasuk petunjuk dan segala ketentuan yang ada di dalamnya. Ini berbeda dengan sistem offline, dimana Anda bisa tatap muka dan bertanya langsung pada petugas pajak di KPP. Oleh karena itu, untuk menghindari kesalahan dan memudahkan Anda dalam proses pengisian e-filing, cermati dan pahami beberapa hal penting berikut:

1. Beda e-Filing  dengan Pelaporan Pajak Manual

Secara umum pengisian pajak online dengan manual memiliki kesamaan. Hanya saja dengan e-filing, Wajib Pajak bisa menyampaikan SPT atau pemberitahuan perpanjangan SPT Tahunan secara online dan real time melalui website e-filing Pajak DJP Online atau aplikasi yang disediakan Application Service Provider (ASP) atau penyedia jasa aplikasi.

2. Jenis Pajak dari Wajib Pajak Badan

E-filing diwajibkan bagi Pengusaha Kena Pajak (PKP) pengguna e-Faktur untuk melakukan e-filing SPT Tahunan Badan (Pengumuman DJP Nomor PENG-04/PJ.09/2016). E-filing bisa melaporkan semua jenis SPT Badan yang memiliki file CSV, yaitu:

  • SPT masa PPh, kecuali PPh Pasal 25 yang tidak memiliki file CSV
  • SPT PPN
  • SPT Tahunan Badan

3. Proses Persiapan Lapor Pajak Online

Demi kelancaran, sebelum melakukan e-filing, Wajib Pajak harus mempersiapkan hal-hal berikut:

  • Aktivasi EFIN Pajak Badan Anda di KPP.
  • Daftarkan EFIN Anda dan e-filing di OnlinePajak.
  • Siapkan e-SPT atau file CSV dari SPT yang hendak dilaporkan dengan menggunakan:

a) Aplikasi OnlinePajak (app.online-pajak.com)
b) Aplikasi DJP Online atau ASP lainnya

4. Aplikasi e-Filing Pajak Online Digunakan Gratis

Aplikasi e-filing di OnlinePajak bisa digunakan secara gratis. Banyak manfaat dari aplikasi ini yang mempermudah Wajib Pajak Badan dalam hitung, setor, dan lapor pajak, serta mengelola administrasi perusahaan dalam satu aplikasi terpadu. OnlinePajak merupakan penyedia aplikasi e-filing Pajak dan e-SPT alternatif berbasis online yang telah disahkan DJP dengan Surat Keputusan Nomor KEP-193/PJ/2015.

5. Batas Waktu Pelaporan Pajak Online Badan

Meskipun bisa Anda lakukan kapan saja, batas waktu lapor pajak online juga mengikuti batas waktu penyampaian SPT pada umumnya.

  • SPT masa PPN: Batas waktu pelaporan SPT masa PPN adalah setiap akhir bulan berikutnya (tanggal 30 atau 31).
  • SPT masa PPh: Batas waktu pelaporan SPT masa PPh adalah setiap tanggal 20 bulan berikutnya.
  • SPT Tahunan Badan: Batas akhir pelaporan SPT Tahunan Badan adalah setiap tanggal 30 April atau 4 bulan setelah perusahaan tutup buku.

6. Denda Keterlambatan Lapor SPT Online

Ketentuan denda keterlambatan untuk lapor SPT online Badan sama dengan jumlah denda yang ditetapkan untuk Wajib Pajak yang terlambat lapor pajak secara manual, yaitu:

  • SPT masa PPh: Jumlah dendanya Rp 100.000
  • SPT Masa PPN: Jumlah dendanya Rp 500.000
  • SPT Tahunan Badan: Jumlah dendanya Rp 1.000.000

Setelah Anda mengetahui manfaat EFIN dan cara mendapatkannya, Anda dapat melaporkan SPT Tahunan Pajak. Berbagai kemudahan dapat Anda miliki dari e-filing Pajak online. Jika Anda tak punya waktu atau sedang sibuk mengembangkan bisnis utama Anda, tak perlu khawatir. Solusinya adalah Anda bisa menggunakan jasa konsultan pajak yang sudah terpercaya.