Kantor Jasa Konsultan Pajak Darta Consulting- Peraturan perpajakan di Indonesia yang sangat banyak, serta adanya ancaman hukuman yang serius bagi permasalahan perpajakan, membuat Wajib Pajak (WP) mengalami kesulitan.

Oleh sebab itu, diperlukan konsultan pajak untuk membantu wajib pajak orang pribadi dan badan dalam menyelesaikan urusan perpajakannya. Untuk mengatasi masalah perpajakan Anda, Para Partner Konsultan Pajak Darta Consulting yang berpengalaman dan andal di bidangnya siap membantu wajib pajak.

 

Partner Konsultan Pajak – Darwis Manalu

 

Partner DME Consultant

 

Keraguan untuk menjadi konsultan pajak sempat menyelimuti pria asal Dolok Sanggul, Sumatera Utara ini. Menurut CEO dan Founder Darta Corp, Darwis Manalu (56 tahun), pada awal tahun 2000-an ada anggapan masyarakat bahwa profesi konsultan pajak itu dikonotasikan negatif. Karena jika bicara soal pajak, kata Darwis, maka akan dianggap sama saja dengan membicarakan soal koruptor, baik itu orang pajaknya, konsultan pajaknya, ataupun bagian pajak dari suatu perusahaan.

“Awalnya saya tidak nyaman. Apalagi waktu awal tahun 2000-an, saya sudah menjadi seorang majelis gereja, nanti apa kata orang,” kenang Darwis saat ditemui di kantor Darta Corp, Jalan Raya Puspitek, Muncul, Serpong, Tangerang Selatan.

Namun akhirnya, dia memutuskan untuk menjadi konsultan pajak karena bertekad ingin membuktikan untuk menjadi konsultan pajak yang baik dan benar. “Jangan mengikuti konsultan pajak yang tidak baik, karena tidak semua orang yang mengurusi atau konsultan pajak itu nggak benar, makanya kita punya prinsip bisnis ‘Clean and Clear Services’,” jelasnya.

Bagi Darwis, bercita-cita menjadi pengusaha pada usia 45 tahun adalah tekadnya sejak dahulu. Bidang usaha yang akan digelutinya adalah dengan mendirikan perusahaan jasa konsultan pajak.

Untuk itu, sejak dia masih bekerja di perusahaan lain pada tahun 2000, Darwis sudah mempersiapkan relasi yang kuat demi menjalankan bisnisnya. Bisnis konsultan pajak dipilih lantaran sesuai dengan latarbelakang pendidikan dan pengalaman yang dimilikinya.

Ketika saatnya tiba, yakni pada tahun 2003, dia bersama kedua temannya, Kadek Sumadi dan Wen Lie mendirikan perusahaan konsultan pajak, KDW Consulting. “Bisnis konsultan pajak ini bisa saya manage sendiri, tidak tergantung orang lain, dan tidak butuh modal. Hanya networking dan nama baik,” terangnya.

Respons masyarakat terhadap bisnis yang dijalankan Darwis tersebut sangat baik. Kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan layanan jasa konsultan pajak cukup tinggi. Untuk memenuhi layanan jasa ini Darwis pun kemudian mendirikan Darta Consulting pada 2009, yang salah satu sub unit bisnisnya adalah DME Consultant. “Saya berharap DME Consultant bisa semakin berkembang dan bisa bertambah banyak orang yang bekerja, serta punya kontribusi buat wajib pajak maupun negara,” ujarnya.

Mengenai perkembangan perpajakan di Indonesia saat ini, Darwis menyambutnya dengan baik. Menurutnya, sudah banyak kemajuan perpajakan di Indonesia. Indikator kemajuan tersebut bisa dilihat dari peraturan dan perundangan-undangan perpajakan yang kian sempurna, karakter petugas pajak jadi lebih bagus, dan pengawasan yang lebih baik. “Untuk menjadi konsultan pajak pun kini semakin tertib. Identitas dan izin konsultan pajak akan dipertanyakan,” tegasnya.

Darwis mengimbau agar konsultan pajak bisa menjalankan fungsinya dengan baik dan benar. Dia mengibaratkan, sebelah kaki harus ada di pemerintah/negara dan sebelah kaki satunya berada di wajib pajak. Artinya, konsultan pajak harus berada di tengah-tengah atau berperan sebagai mediator, sehingga tujuan negara dan perusahaaan terpenuhi.

Konsultan pajak harus membantu pemerintah untuk menyosialisasikan peraturan-peraturan perpajakan kepada wajib pajak dan membantu menyadarkan wajib pajak untuk membayar pajak. Kemudian konsultan pajak juga harus membantu pengusaha agar membayar pajak sesuai dengan aturan. Mantan tukang minyak keliling ini mengaku bersyukur dengan apa yang sudah diraihnya, namun dia masih memiliki cita-cita yang belum dicapai, yakni dengan mendirikan rumah sakit dan sekolah.

“Sebagian cita-cita saya sudah dikabulkan Tuhan, meskipun masih banyak yang belum terkabul. Semoga Tuhan memberikan kesempatan agar sisa usia saya bisa mewujudkan cita-cita saya yang lain. Rencana mendirikan rumah sakit dan sekolah itu nanti bisa menjadi CSR Darta Group. Dengan demikian bisa membantu pemerintah dan dinikmati masyarakat. Tetapi Darta harus kokoh terlebih dulu, baru rencana itu bisa diwujudkan,” tuturnya.

Dukungan keluarga tercinta terhadap profesi yang dijalankan Darwis sangat berarti bagi dirinya. Dia mengaku tak ada masalah waktu antara aktivitasnya dengan berkumpul bersama keluarga. Menurutnya, meskipun tak punya banyak waktu bersama keluarga, namun jika dipergunakan dengan baik maka akan sangat berarti. “Biasanya pada hari Minggu kita manfaatkan waktu untuk beribadah bersama keluarga dan setelah itu bisa digunakan untuk aktivitas lainnya,” pungkasnya.

Baca Juga : ‌Jasa Konsultan Pajak – Keberatan Pajak

Biodata:
Nama lengkap : Darwis Manalu
Jabatan             : CEO and Founder Darta Corp
Pendidikan       :

  • Bachelor Degree of Financial, Management at Jayabaya University Jakarta,1990
  • Master Degree of International, Management at Prasetya Mulya, Jakarta,1998
  • Bachelor Degree of Law, Jakarta University, 2011

Pengalaman kerja:

  • Tahun 1980-1985, Internal Audit Supervisor of PT Bank Niaga
  • Tahun 1985-1987, Assistant Finance Manager of PT KDG Indonesia and PT Elektrolux Indonesia
  • Tahun 1987-1991, Accounting Manager, Treasury and National Credit Manager of PT Elektrolux Indonesia
  • Tahun 1991-1995, Finance and Administration Manager of PT Lotto Indonesia
  • Tahun 1995-1997, Commercial Manager of PT CSR Primakarya Indonesia
  • Tahun 1997-1999, Group Controller of PT KIA Keramik Indonesia
  • Tahun 1999-2002, Financial Controller of PT Cadbury Indonesia
  • Tahun 2002-2003, Country Controller of Dow Chemical Group (PT Dow Chemical Indonesia, PT Dow AgroSciences Indonesia, PT Union Carbide Indonesia and BUT Dow Chemical Pacific Ltd)
  • Tahun 2003-sekarang, Managing Partner DME Consultant
  • Tahun 2004-2017, PT Cadbury Indonesia, Finance Director
  • Tahun 2006-sekarang, CEO dan Founder Darta Group

Sertifikat: – Bond A and B (Accounting Certificate)
– Brevet C (Tax Consultant Certified)
– PPJK (Customs Consultant Certified)

 

Partner Konsultan Pajak – Simphorianus Kristophorus

 

Partner DME Consultant

 

Pria yang gemar bermain sepak bola ini sangat menikmati pekerjaannya sebagai konsultan pajak (tax consultant). Namun sebelum mengenyam kuliah, dia tak pernah berpikir apalagi tertarik untuk menjadi konsultan pajak. Setelah lulus kuliah, karir pria bernama Simphorianus Kristophorus ini pun akhirnya bergelut di dunia perpajakan dan menjadi salah satu andalan partner Darta Consulting Agustus 2014.

Kristo, begitu ia biasa disapa, menuturkan, ketika hendak masuk kuliah dulu, dia sempat bingung menentukan jurusan yang akan diambilnya. Pada saat itu, seorang temannya menyarankan untuk mengambil jurusan perpajakan. Kristo pun menuruti perkataan temannya itu.

Sejak lulus S1 dari Universitas Indonesia 2007, dia menyelami perpajakan dengan bekerja di sejumlah perusahaan swasta nasional. “Coba-coba ambil kuliah pajak, ya akhirnya setelah kuliah di jurusan pajak dan lulus ya, kerjanya mau apalagi kalau bukan di dunia perpajakan,” kenangnya.

Menurut dia, bekerja di dunia perpajakan selain berhadapan dan melayani klien, itu monoton. Artinya, setelah membereskan masalah perpajakan di perusahaan, ya selesai, dan setelah itu mengerjakan pekerjaan rutinitas, itu-itu saja. Berbeda jika menjalankan pekerjaan sebagai konsultan pajak. Kristo mengatakan, menjadi konsultan pajak itu begitu menyenangkan dan bervariasi. Banyak kasus perpajakan yang bisa ditangani dan berhadapan dengan berbagai macam karakter, serta permasalahan yang dihadapi klien atau wajib pajak.

“Menarik menjadi konsultan pajak, tidak monoton. Semakin banyak permasalahan yang dihadapi maka semakin banyak juga ilmu yang didapat,” ujarnya. Kristo menjelaskan, hal yang paling menarik dari pekerjaan konsultan pajak adalah ketika menangani masalah yang dihadapi klien dan si klien mendapatkan hasil yang diinginkan. Memenangkan kasus di pengadilan juga merupakan kepuasan tersendiri menjadi konsultan pajak.

Sementara hal yang paling berkesan selama dia menjadi konsultan pajak adalah saat menang menghadapi kasus-kasus banding di pengadilan pajak maupun peninjauan kembali di Mahkamah Agung (MA). Untuk pembagian waktu antara pekerjaan dengan keluarga atau teman biasanya Kristo yang sudah mengantongi sertifikat Brevet B konsultan pajak dari IKPI ini, memanfaatkan waktu di hari Sabtu dan Minggu.

“Kalau dengan teman-teman biasanya di hari Jumat malam, tapi ya saat ini teman-teman punya aktivitas lain yang lebih padat, jadi paling saya kumpul dengan keluarga di rumah,” imbuhnya. Saat ditanya mengenai cita-citanya dulu, pria kelahiran Jakarta, 22 Agustus 1983 ini menjawab dengan sangat lancar, “Saya dulu ingin jadi pemain bola. Sejak SMP hingga kuliah saya gemar bermain bola, bahkan sampai sekarang pun masih bermain sepak bola,” tuturnya. Ke depannya, Kristo berencana akan mengejar dan berusaha mendapatkan sertifikat Brevet C.

Baca Juga : ‌Jasa Tax Consultant atau Konsultan Pajak

Biodata:
Nama lengkap : Simphorianus Kristophorus
Jabatan             : Associate Partner DME Consultant
Pendidikan       : S1 Universitas Indonesia, lulus tahun 2007
Pengalaman kerja:

  • KDW Consulting, Senior Tax Consultant (Januari 2008-Pebruari 2009)
  • Oriflame Indonesia, Tax Specialist (Maret 2009-Maret 2012)
  • GNV Consulting, Manager (April 2012-Juli 2014)
  • DME Consultant, Associate Partner (Agustus 2014-saat ini)

Sertifikat: Brevet B

Partner Konsultan Pajaka – Jansen Marsahala

 

Partner DME Consultant

 

Bergelut di dunia perpajakan ditekuni lantaran saat di bangku kuliah mengambil jurusan pajak. Oleh sebab itu, tak ada alasan lain bagi pria kelahiran Jakarta, 19 Januari 1982 selain menekuni profesi sebagai konsultan pajak (tax consultant). Ketertarikannya menjadi konsultan pajak justru mulai timbul ketika ia menjalani profesinya itu. Begitu kata Jansen Marsahala, konsultan pajak sekaligus partner DME Consultant. “Pekerjaan menjadi konsultan pajak tidak monoton, artinya dinamis, ketemu klien, menghadapi masalah serta kebutuhan yang berbeda-beda,” ungkap Jansen saat berbincang dengan Darta Consulting di ruang kerjanya, di Jalan Pejompongan Raya, Jakarta Pusat.

Menurutnya, profesi konsultan pajak itu tak berbeda jauh dengan profesi pengacara, yakni sama-sama memberikan konsultasi dan solusi kepada klien. Untuk menjadi konsultan pajak, kata dia, harus mengikuti perkembangan peraturan perpajakan, dengan begitu bisa mendukung kinerja, terutama saat melayani atau memberikan konsultasi kepada klien.

Di samping itu, lanjut Jansen, menjadi konsultan pajak harus memiliki lisensi atau surat izin yang sah dari lembaga yang berwenang, yakni Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI). Ada banyak tugas penting dari konsultan pajak yang mengharuskannya bekerja secara profesional. Kemudian, konsultan pajak harus terdaftar secara resmi dan memiliki sertifikasi keahlian, seperti Brevet A, B, dan C.

“Dengan sertifikasi itu para klien akan percaya, karena secara akademik dan teknis memahami perpajakan,” terang Jansen yang telah lulus sertifikasi Brevet B konsultan pajak dari IKPI. Pria yang punya cita-cita menjadi anak band ini mengaitkan antara pemusik yang berjiwa seni dengan profesinya saat ini.

Menurut pria yang sempat punya grup band, ada persamaan antara seni dengan perpajakan, yakni sama-sama memiliki ide kreatif. “Konsultan pajak perlu punya ide kreatif. Karena semakin kita kreatif, kian banyak kasus yang bisa dipecahkan, jadi bisa dilihat dari berbagai sisi,” tuturnya.

Ketika ditanya mengenai apa yang membuatnya begitu menikmati pekerjaannya, mahasiswa S2 Fakultas Administrasi, Jurusan Kebijakan Perpajakan, Universitas Indonesia tahun 2016 ini mengatakan, konsultan pajak itu mengasyikkan. Misalnya, Jansen menjelaskan, kalau sudah menikmati kerja bisa lupa waktu. “Keingintahuan, mencoba untuk mengerti dan memahami, itulah yang membuat kita lupa waktu, karena sangat menikmati pekerjaan,” imbuhnya.

Sementara dia mengaku tak ada masalah waktu antara pekerjaan dengan keluarga. Jansen sudah menyediakan waktu khusus untuk berkumpul bersama keluarga, yakni hari Sabtu dan Minggu. Namun, pada waktu libur tersebut tak jarang digunakan untuk bekerja.

“Ya kalau memang pada hari itu kondisinya mengharuskan untuk bekerja ya risiko pekerjaan,” terang Jansen yang sudah bergabung menjadi partner Darta Consulting sejak akhir 2013 lalu. Hal berkesan yang dialaminya selama menjadi konsultan pajak adalah ketika dia bersama timnya berhasil memenangkan kasus. “Senang rasanya bisa menang kasus. Dan itu adalah berkat kerja sama tim,” ucapnya.

Baca Juga : Tips Cara Memilih Jasa Konsultan Pajak Terpercaya

Biodata:
Nama lengkap : Jansen Marsahala
Jabatan             : Associate Partner DME Consultant
Pendidikan       :
– S1 Universitas Indonesia, lulus tahun 2007
– Mahasiswa S2 Universitas Indonesia, 2016-hingga saat ini

Pengalaman kerja:

  • KDW Consulting, Senior Tax Consultant (Januari 2008-Desember 2008)
  • Mazars/Moores Rowland, Senior Tax Consultant (Desember2008-Pebruari 2010)
  • RSA Consultant, Manager (Maret 2010-Oktober 2013)
  • DME Consultant, Manager (Desember 2013-Mei 2015)
  • DME Consultant, Associate Partner (Juni 2015-saat ini)

Sertifikat: Lulus sertifikasi Brevet B