Kantor Jasa Konsultan Pajak Darta Consulting – Sebagai Wajib Pajak (WP), selain mempunyai kewajiban membayar pajak, Anda juga wajib untuk melaporkan pajak yang sudah Anda bayar. Media untuk pelaporan pajak adalah Surat Pemberitahuan atau biasa disingkat SPT. SPT dibagi menjadi dua, yaitu SPT Masa dan SPT Tahunan. Berikut ini perbedaan SPT Pajak Masa dan SPT Tahunan Pajak.

Pengertian Surat Pemberitahuan (SPT)

Surat Pemberitahuan (SPT) adalah media pelaporan pajak yang sudah Anda bayarkan. Walaupun istilah yang dipakai adalah surat, kenyataanya SPT berbentuk semacam formulir. Formulir SPT memiliki bentuk baku yang tidak boleh dimodifikasi baik ukuran maupun formatnya.

Formulir SPT diisi sesuai dengan kolom-kolom yang sudah disediakan, Anda tidak perlu menambah atau mengurangi kolom yang sudah ada. Anda tidak perlu mengisi semua kolom yang disediakan. Cukup isi kolom yang Anda butuhkan saja.

Formulir SPT terdiri atas dua formulir, yaitu Formulir SPT Masa dan Formulir SPT Tahunan. Keduanya memiliki fungsi yang berbeda. Dan bentuk formatnya pun sama sekali tidak sama. Berikut penjelasannya.

 

Baca juga: 6 Cara Tepat Memilih Konsultan Pajak SPT Tahunan

 

  1. Pengertian SPT Masa

SPT Masa adalah SPT yang dilaporkan setiap bulannya. Jenis pajak yang harus dilaporkan setiap bulannya melalui SPT Masa adalah PPh Pasal 21, PPh Pasal 22, PPh Pasal 23, PPh Pasal 25, PPh Pasal 4 (2), PPh Pasal 15, dan PPN.

Walaupun sama-sama SPT Masa, namun setiap jenis pajak memiliki format SPT Masa yang berbeda satu sama lain. Hal ini berkaitan dengan obyek dan tarif pajak yang berbeda untuk setiap jenis pajak.

SPT Pajak Masa dan SPT Pajak Tahunan

 

  • Batas Pelaporan SPT Masa

Selain memiliki bentuk formulir yang berbeda, batas waktu pelaporan SPT Masa pun juga berbeda. Untuk jenis SPT Masa PPh maksimal dilaporkan pada tanggal 20 bulan berikutnya. Sementara untuk jenis SPT Masa PPN maksimal dilaporkan pada akhir bulan berikutnya.

Jika batas pelaporan SPT Masa ini jatuh pada hari libur, misalnya untuk tanggal 20 tersebut adalah hari minggu atau hari libur nasional, maka batas pelaporan SPT Masa adalah pada keesokan harinya, yaitu pada tanggal 21 atau tanggal 22 sesuai dengan hari kerja kantor pajak.

  • Contoh SPT Masa

Karena jenis SPT Masa ini bermacam-macam sesuai dengan jenis pajaknya, berikut ini contoh salah satu SPT Masa, yakni SPT Masa PPh Pasal 21.

 

Baca juga: Jasa Konsultan Pajak – Wajib Pajak Bada/Perusahaan

 

  1. Pengertian SPT Tahunan

SPT Tahunan adalah SPT yang dilaporkan setiap akhir tahun pajak. SPT Tahunan terdiri atas dua jenis SPT, yaitu SPT Tahunan Orang Pribadi dan SPT Tahunan Badan. SPT Tahunan Orang Pribadi masih dibagi menjadi tiga jenis formulir SPT, yaitu SPT Tahunan Orang Pribadi 1770, SPT Tahunan Orang Pribadi 1770S, dan SPT Tahunan Orang Pribadi 1770SS. Sementara untuk SPT Tahunan Badan hanya satu jenis saja.

  • Batas Pelaporan SPT Tahunan

Batas Pelaporan SPT Tahunan juga dibagi menjadi dua, yaitu Batas Pelaporan SPT Tahunan Orang Pribadi dan Batas Pelaporan SPT Tahunan Badan. Untuk Batas Pelaporan SPT Tahunan Orang Pribadi adalah tiga bulan sejak berakhirnya masa pajak. Sementara Batas Pelaporan SPT Tahunan Badan adalah empat bulan sejak berakhirnya masa pajak.

Banyak anggapan bahwa Batas Pelaporan SPT Tahunan Orang Pribadi adalah 31 Maret. Sementara Batas Pelaporan SPT Tahunan Badan adalah 30 April. Padahal kenyataanya tidak selalu seperti itu.

Untuk Wajib Pajak yang tahun bukunya berakhir pada 31 Desember batas akhir pelaporan pajaknya memang 31 Maret (OP) dan 30 April (Badan). Namun, untuk Wajib Pajak yang tahun bukunya berakhir pada 31 Juli, maka batas lapornya bukan lagi 31 Maret (OP) dan 30 April (Badan), melainkan 31 Oktober (OP) dan 30 Nopember (Badan).

 

Baca juga: Jasa Konsultan Pajak – Pembuatan Laporan Pajak

 

  • Contoh SPT Tahunan Orang Pribadi 1770

 

SPT Pajak Masa dan SPT Pajak Tahunan

 

  • Contoh SPT Tahunan Badan

 

SPT Pajak Masa dan SPT Pajak Tahunan

Kantor Konsultan Pajak Wilayah Indonesia

Darta Consulting menyediakan layanan jasa konsultan pajak dan jasa konsultan hukum untuk seluruh wilayah di Indonesia seperti sebagian besar di wilayah Pulau Jawa, yaitu:

Bandung, Banjar, Batu, Bekasi, Blitar, Bogor, Cilegon, Cimahi, Cirebon, Depok, DKI Jakarta, Jakarta Utara, Jakarta Timur, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Kediri, Madiun, Magelang, Malang, Mojokerto, Pasuruan, Pekalongan, Probolinggo, Salatiga, Semarang, Serang, Sukabumi, Surabaya, Surakarta, Tasikmalaya, Tangerang, Tegal, Yogyakarta.

Selain itu, Darta Consulting juga melayani jasa konsultan pajak dan jasa konsultan hukum untuk wilayah lain di pulau Sumatera, Kalimantan, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.

Tags: AuditBandingDarta ConsultingDME ConsultantJasa Konsultan Pajakjasa konsultan pajak jakartaKantor Konsultan Pajakkantor konsultan pajak jakartaKeberatanLaporan PajakPembukuanPemeriksaanPengadilanPerhitungan PajakRestitusiReviewSengketa PajakSPT TahunanTax ConsultantTax PlanningTax Review