Kantor Jasa Konsultan Hukum Darta Consulting- Saat ini media sosial (medsos) sangat mempengaruhi perilaku dan keseharian kita. Namun hati-hati, ternyata ada aturan hukum bahkan ancaman yang serius bagi kita bila alah Menggunakan Sosial Media Dipenjara 6 Tahun!

Dalam penggunaannya, ada sejumlah orang menggunakan akunnya untuk kepentingan bisnis, dengan cara mempromosikan dan berjualan hingga bertransaksi di media sosial. Sebagian orang lagi menggunakannya untuk kepentingan pribadi, berbagi informasi, baik foto, video, artikel, dan lokasi di mana orang tersebut bisa diketahui keberadaannya. Yang perlu diingat, penggunaan media sosial secara berlebihan bisa mengakibatkan tugas-tugas utama kita terabaikan, seperti belajar atau bekerja. Sebagai individu, tentunya harus bijak dalam menggunakan media sosial.

Media sosial semestinya bisa menjadi sumber informasi, wadah dokumentasi, dan tempat berkomunikasi atas sebuah isu atau persoalan yang penting, misalnya tentang tingginya kematian bayi, HIV Aids, dan lainnya.

Baca juga : Mengenal Para Partner Konsultan Hukum Darta Consulting

Perkembangan Sosial Media

Dengan perkembangan jumlah pengguna media sosial saat ini, tidak jarang kita menemui dan pernah merasakan sendiri dampak positif dan negatif media sosial bagi kehidupan sendiri dan di sekitar kita. Jumlah pengguna media sosial yang kian bertambah membuat para pengguna bisa saling berhubungan satu sama lain meskipun berada di jarak yang berjauhan.

Survei yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jaringan Internet Indonesia (APJII) mengungkap lebih dari setengah penduduk Indonesia kini telah terhubung ke internet. Survei yang dilakukan sepanjang 2016 itu menemukan bahwa 132,7 juta orang Indonesia telah terhubung ke internet. Adapun total penduduk Indonesia sendiri sebanyak 256,2 juta orang.

Hal ini mengindikasikan kenaikan 51,8 persen dibandingkan jumlah pengguna internet pada 2014 lalu. Survei yang dilakukan APJII pada 2014 hanya ada 88 juta pengguna internet aktif dan 79 juta di antaranya menggunakannya untuk media sosial.

Dalam praktiknya, penggunaan media sosial seringkali digunakan sebagai wadah untuk curhat, melampiaskan kekesalan atau eksistensi diri. Wajar bila media sosial kemudian hanya berisi “sampah.” Tak sedikit dari kita yang terjerat hukum akibat melanggar aturan penggunaan media sosial yang ditetapkan di dalam UU ITE.

Baca Juga : ‌Berapa Tarif dan Biaya Konsultan Hukum?

Aturan Penggunaan Media Sosial Dalam UU ITE

Tidak adanya pelatihan kepada para pengguna media sosial mengakibatkan banyak orang yang akhirnya harus berurusan dengan penegak hukum. Padahal mereka yang harus bertanggung jawab, banyak yang tidak sengaja dan tidak sadar dari akibat yang mereka lakukan di akun media sosial miliknya. Tidak menutup kemungkinan, setiap kemajuan dan perkembangan teknologi selalu membawa risiko. Pengguna media sosial sebaiknya lebih berhati-hati untuk membuat postingan di akun media sosial yang kita miliki, agar tidak merugikan diri sendiri dan orang lain.

Dalam menggunakan media sosial, ada norma-norma dan aturan yang mengikat menyangkut hal-hal apa saja yang diperbolehkan dan apa saja yang jika dilanggar bisa bedampak pada masalah hukum. Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) RI pada tanggal 25 Maret 2008 telah mengeluarkan produk hukum, yaitu Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) yang dimaksudkan salah satunya mengatur kita untuk tetap bijak menggunakan sosial media.

Berikut adalah pasal-pasal yang memungkinkan dapat menjadi jerat hukum dari penyalahgunaan media sosial, di antaranya dalam pasal 33 UU ITE menjelaskan, setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan tindakan apa pun yang berakibat terganggunya Sistem Elektronik dan/atau mengakibatkan Sistem Elektronik menjadi tidak bekerja sebagaimana mestinya. Dalam undang-undang ini juga diatur barang siapa yang melanggarnya akan mendapatkan hukuman atau sangsi.

UU ITE terdiri dari 54 pasal dan 13 bab, dan pasal yang sering digunakan untuk menjerat pengguna media sosial adalah Pasal 27, Pasal 28, dan Pasal 29. Berikut penjelasan dari setiap pasalnya:

  • Pasal 27 perbuatan seperti: Asusila, Perjudian, Penghinaan dan/atau Pencemaran Nama Baik, Pemerasan dan/atau Pengancaman
  • Pasal 28 perbuatan seperti: Berita Bohong dan Menyesatkan, Berita Kebencian dan Permusuhan
  • Pasal 29 perbuatan seperti: Ancaman Kekerasan dan Menakut-nakuti

Adapun ancaman pidana bagi mereka yang memenuhi unsur dalam Pasal 27 ayat (3) adalah dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1.000.000.000 (satu miliar rupiah).

Hukuman pidana tersebut juga disebutkan dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE Pasal 45 ayat 1 yang berbunyi: Setiap orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1), ayat (2), ayat (3), dan ayat (4) dipidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 1.000.000.000 (satu miliar rupiah).

Baca Juga : Kenali Syarat Legal Sebelum Memulai Bisnis

Tips menggunakan Media Sosial yang Baik

1. Media sosial bukan tempat sampah
Pasti kita kerap meng-update akun media sosial dalam jangka waktu yang singkat. Sebentar-sebentar update atau curhat. Media sosial bukanlah tempat sampah yang bisa Anda gunakan untuk membuang penat yang ditanggung. Tidak semua yang Anda bicarakan di media sosial disenangi teman media sosial Anda.

Sebelum Anda memposting, update status, berkicau, sharing foto, atau apapun dalam jejaring sosial, perhatikan terlebih dulu apa yang akan disampaikan, apakah pantas dan benar, apakah dampak baik buruknya. Hal-hal atau informasi yang dibagikan yang dibarengi dengan wawasan kita dengan dunia internet akan lebih bagus.

2. Selektif menerima pertemanan
Sebaiknya Anda jangan asal meng-add/follow (menambahkan) teman baru hanya dilihat dari foto profilnya yang menawan. Jangan asal pula menerima permintaan teman. Selektif itu kuncinya. Jika Anda ingin mencari teman SD, SMP, SMA, atau TK sekalipun, perhatikan dengan benar data diri teman Anda dan lakukan verifikasi.

3. Kenali siapa yang ada di lingkungan Anda
Dengan adanya media sosial, Anda bisa memperoleh kebebasan dalam berbicara, bahkan yang pendiam sekalipun akan sangat mudah untuk mengoceh di media sosial. Siapa pun berhak dalam menyuarakan pendapat. Tapi, perlu Anda ingat dan perhatikan orang-orang yang ada di lingkungan dunia maya Anda. Jangan sampai ada adik Anda yang umurnya masih belum dewasa membaca status Anda yang kurang baik. Dan jangan sekali-kali menggunakan media sosial sebagai ajang penyebaran berita bohong, ini hanya akan berdampak buruk pada diri Anda sendiri dan juga orang di sekitar Anda.

4. Ikuti percakapan yang diperlukan
Jika Anda pengguna twitter, instagram, facebook, line, bbm, dan sejenisnya, sebaiknya bijaklah dalam memilih akun-akun mana yang perlu di-follow dan add dengan mana yang tidak. Timeline di media sosial sama halnya dengan buku bacaan harian Anda, bahkan lebih karena frekuensi Anda melihatnya lebih banyak ketimbang buku bacaan Anda.  Pilihlah akun yang memberikan manfaat bagi Anda.

5. Hati-hati mengakses media sosial di tempat umum
Harus waspada saat mengakses jejaring sosial Anda di tempat umum, seperti warnet dan sebagainya. Jangan lupa untuk menghapus password dan riwayat browsing Anda dan lakukan perubahan password (kata sandi) secara berkala. Pastikan alamat email Anda tidak muncul kembali saat jejaring sosial tersebut di akses oleh orang lain.

6. Lindungi informasi pribadi
Batasi informasi pribadi yang Anda cantumkan dalam akun jejaring sosial. Jangan tuliskan alamat lengkap ataupun nomor ponsel Anda untuk meminimalisir tindak kejahatan ataupun orang yang sekadar iseng. Namun, jika hal tersebut bertujuan untuk bisnis, maka cek terlebih dahulu pengaturan privasi Anda dan pastikan berbagi hanya pada teman. Saat berbagi apa pun, baik itu teks, foto, video, tautan, catatan, event, lokasi, dan lainnya, setting profil Anda hanya bisa diintip oleh teman. Jangan dibuat publik dan hanya bagikan ke teman, sehingga nantinya hanya teman yang dapat melihatnya.

7. Gunakan foto yang sopan
Setiap jejaring sosial biasanya terdapat foto profil atau koleksi foto pengguna. Nah, saat mengupload foto usahakan dengan pakaian sopan tidak menimbulkan nafsu bagi para pengunjungnya. Karena jika hal tersebut disepelekan, maka akan menimbulkan bahaya bagi Anda, terutama para wanita. Sering sekali banyak dari kita di media sosial tidak segan mengupload foto yang cenderung membuat lawan jenis mengomentari dengan kata-kata yang tidak seharusnya diucapkan.

Penting untuk mengetahui dan memahani penggunaan akun media sosial secara baik dan benar, agar tidak merugikan orang lain dan terhindar pelanggaran hukum. Namun jika Anda sudah terlanjut terbelit kasus hukum, Anda memiliki hak untuk didampingi seorang pengacara. Dan untuk itu, Anda tidak perlu repot mencari jasa pendampingan hukum yang andal dan terpercaya, karena Darta Consulting dapat menyediakan jasa pendampingan hukum sesuai dengan kebutuhan Anda.